ARAB PRA ISLAM

Sangat beragam, kata yang dapat disematkan ketika kita membaca sejarah islam. Para ulama’ sangat teliti ketika menyampaikan sejarah-sejarah Islam. Mulai dari tokoh, waktu, tempat, hikmah, dan moral. Hal tersebut membuat para penggemar sejarah, sangat antusias ketika mempelajarinya. Baik itu penggemar dari agama Kristen, Hindu, Budha, dll.
Di dalam kitab Rohiq Al-Makhtum edisi Indonesia yang penulis kaji, terdapat peristiwa aneh yang mungkin perlu dikaji lebih dalam di kitab-kitab lainnya. Penulis telah mengkaji berbagai aspek kehidupan di dalam kitab tersebut, baik aspek ekonomi, sosial, akhlaq, spiritual.
Di sini penulis akan merespon aspek sosial yang terjadi pada zaman Arab pra Islam, dimana pada saat tersebut hubungan antara laki-laki dan wanita harus melalui persetujuan wali wanita, seorang wanita tidak bisa menentukan pilihannya sendiri. Dalam teks tersebut terdapat aspek sosial yang menarik, dimana para wanita tidak diberi kebebasan untuk memilih laki-laki. Padahal, pada saat itu belum ada pedoman hidup yang sah untuk dipatuhi, baik dari Al-Qur’an atau As-Sunnah. Peraturan yang mengatur dalam diri mereka sendiri adalah peraturan yang mereka buat sendiri.
Aspek yang tidak kalah menarik adalah, mengubur hidup-hidup anak putrinya karena takut akan aib dan karena kemunafikan, atau membunuh anak laki-laki karena takut miskin dan lapar. Hal tersebut telah disebutkan di dalam Al-Qur’an QS. Al-An’am : 51. Peristiwa tersebut sudah terjadi di zaman Nabi Musa, dimana ibu Nabi Musa takut akan dibunuh putranya. Yang menarik ialah, orang arab pada saat itu apakah meniru dari tradisi dari Nabi Musa? Jika memang benar mereka mengikuti tradisi beliau, kenapa mereka masih berkehidupan fanatisme? Bukankah Nabi Musa sendiri mengajarkan tentang ke-Esa an Allah, dan bahkan beliau memiliki Kitab Taurat, yang mustahil di dalamnya mengajarkan seperti hal tersebut.
Tentu saja kita sebagai orang biasa yang hidup Indonesia, sangat terkejut dengan hal-hal yang dilakukan oleh orang arab zaman pra Islam, Dan alangkah baiknya jika kita mengambil hikmah dan pelajaran tentang apa yang telah dilakukan oleh orang zaman terdahulu.

Komentar